Wednesday, April 6, 2011

Teknik-teknik photografi

Yang sering menjadi kendala utama fotografer pemula adalah kendala teknis. Banyak yang tidak mengetahui dasar dan tidak mengenal kameranya dengan baik. Saya pikir ini penting sekali untuk diatasi sebelum melangkah lebih jauh. Dengan menguasai aspek teknis, kita bisa membuat foto yang kita inginkan.

EXPOSURE / PENCAHAYAAN

Maksud photografi adalah pencahayaan, maka itu sangat penting kita memahami hal ini. Ada 3 faktor utama yang menentukan pencahayaan yaitu bukaan (aperture), kepantasan rana (shutter speed) dan sensitivitas sensor (ISO).


Jenis mode kamera yang bisa dipilih

Jenis mode kamera

Berkaitan erat dengan pencahayaan, pertanyaan yang selalu aku dapat adalah mode kamera apa yang aku harus pakai. Bagi yang memahami prinsip pencahayaan, tentunya lebih cenderung memakai Manual (M), Aperture Priority (A/Av) atau Shutter Priority (S/Tv).

Lalu bagaimana dengan Auto mode, atau Program (P) mode atau scene modes seperti landscape mode (yang gambarnya seperti gunung) atau portrait mode (yang gambar wajah orang dari samping)? Adakah boleh memakai mode itu? Boleh saja kalau belum memahami pencahayaan, tapi bila telah memahami, automatik kita tidak perlu lagi menggunakan mode tersebut.

Aku sendiri pun suka pakai Aperture Priority, kerana aku boleh fokus supaya kelihatan kabur di latar belakang gambar kita.

Mempelajari pencahayaan ibaratnya seperti belajar membawa kereta atau berenang. Pertama kali kita cuba,memang merasa sukar, tapi kalau sudah memahami serta praktikkan apa yang kita paham itu,InsyaAllah, segalanya akan menjadi lebih mudah. Setelah memahami hal ini, hasil gambar akan lebih konsisten.

EXPOSURE COMPENSATION / KOMPENSASI

Histogram: Kalau kurva berwarna hitamnya banyak menumpuk di sebelah kanan seperti ilustrasi di atas. Ini menandakan pencahayaannya terlalu berlebihan

Histogram: Kalau kurva berwarna hitamnya banyak menumpuk di sebelah kanan seperti ilustrasi di atas. Ini menandakan cahaya bergitu terang.

Masih berkaitan dengan pencahayaan, hal yang perlu diperhatikan terutama photografi digital adalah menghindari dari cahaya yang berlebihan sehingga gambar menjadi terlalu terang kerana akan banyak detail yang hilang dan tidak boleh muncul kembali. Untuk melihat apakah gambar kita itu terlalu terang, kita boleh lihat di LCD DSLR atau histogram.

Selain itu, seringkali kita melihat di depan kita terdapat lebih banyak warna gelap daripada terang sehingga gambar menjadi lebih terang. Oleh itu, kita boleh menggunakan fungsi kompensasi pencahayaan.

Nilai kompensasi tergantung pada pandangan kita iaitu jenis pengukur cahaya /metering yang aktif dan jenis kamera.Bagi pendapat aku,kita cuba saja sampai menemukan pencahayaan yang optimal.

Dalam foto ini, kompensasi pencahayaan diperlukan karena sebagian besar area di dalam foto berwarna gelap. Bila tidak, wajah akan terlalu terang dan jubah akan berwarna abu-abu. Data Teknis: Av mode, 200mm, f/4, 1/320 detik, ISO 200, EC -1

Dalam gambar ini, kompensasi pencahayaan diperlukan kerana sebagian besar area di dalam gambar berwarna gelap. Kalau tidak, wajah akan kelihatan terang dan jubah akan berwarna abu-abu. Data Teknik: Av mode, f/4, 1/320 detik, ISO 200, EC -1

MENCEGAH gambar KABUR / GOYANG

Dua faktor gambar kabur atau goyang kerana salah fokus atau shutter speed kurang tinggi. Untuk masalah auto fokus, jangan merendahkan setting automatic focus, tapi pilihlah titik fokus tertentu. Bila subjek bergerak, maka gunakanlah continuous AF sehingga auto focus boleh mengikuti subjek.

Untuk memastikan fokusnya benar-benar telah terkunci, kita akan terdengar bunyi “beep” atau lihat konfirmasi AF yang biasanya berbentuk bulatan atau kotak hijau di dalam jendela bidik / viewfinder.

Berkenaan dengan masalah shutter speed, untuk gambar subjek yang bergerak,kita perlu shutter speed yang cukup tinggi. Contoh: minimal 1/125 untuk gambar orang berjalan. Kalau lebih rendah, gambar akan kelihatan kabur.


Foto #2

Gambar #2

Keterangan gambar #2: Untuk membekukan gambar si penari, aku menggunakan setting AF-C (Nikon) / Ai Servo (Canon) supaya auto fokusnya tetap terkunci pada si penari tersebut walaupun si penari itu bergerak dengan cepat. Lalu aku juga menggunakan shutter speed yang cukup tinggi. Aku juga menggunakan komposisi ekposur untuk mengkomponsasikan latar belakang yang hitam pekat. Data Teknik: Aperture priority (Av) mode f/4, 1/200 detik, EC -1 1/3, AF-C, ISO 1250, 70mm.

DEPTH OF FIELD / KEDALAMAN FOKUS

Kedalaman fokus yang tipis membuat subjek lebih menonjol dan latar belakang menjadi blur sehingga berkesan artistik.

Di foto ini, saya mengunakan bukaan sangat besar, yaitu f/1.4 sehingga depth of field sangat tipis, latar belakang menjadi sangat mulus, bahkan sebagian besar rambut juga udah kabur. Selain itu, lensa yang saya pakai juga cukup tele. Data Teknis: f/1.4,  85mm, 1/1600 detik ISO 200

Di gambar ini, aku menggunakan bukaan sangat besar, yaitu f/1.4 sehingga depth of field sangat tipis, latar belakang menjadi sangat halus, bahkan sebahagian besar rambut juga menjadi kabur. Selain itu, lensa yang aku pakai juga cukup tajam atau halus. Data Teknik: f/1.4, 85mm, 1/1600 detik ISO 200

WHITE BALANCE

wb-white-balance

Contoh beberapa preset White Balance

Tips terakhir untuk artikel ini adalah menentukan setting WB / White balance yang tepat dengan keadaan atau hasil yang ingin dicapai. Memang bagi setiap kamera biasanya telah ada AWB atau Auto White Balance, tapi sekali lagi, AWB sering kali tidak menerjemahkan keadaan dengan baik atau tidak memahami keinginan kita.

Misalnya bila keadaan cahaya di lapangan mendung, maka pilihlah WB cloudy (yang bergambar seperti awan). Kalau di bawah bayangan, pilih Shade dan seterusnya. Kalau di dalam ruangan yang lampunya kuning, maka pakailah WB tungsten (yang gambarnya seperti bola lampu).

Bila ingin gambar kelihatan lebih hangat (kekuningan/jingga), maka set WB ke cloudy atau shade. Bila ingin gambar kelihatan lebih dingin / kebiruan, maka pilihlah WB tungsten.


Semoga hempa semua dapat ikuti tip-tip yang aku berikan,sekiranya ada yang terkurang,aku ingin minta maaf,aku budak baru belajar.


11 comments:

  1. tips baik... thanks 4 sharing... bnyk lg yg kna belajar.. :)

    ReplyDelete
  2. sama2 r kita belajar k..sama2

    ReplyDelete
  3. ok... any critics on my page amat digalakkan... :)

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. assalamualaikum.....
    sye minat sgt menangkap gambar....
    sye neh baru ingin menceburkan diri dlm arena neh...
    skrg neh sye ingin membeli camera dslr nikon...
    masalah saye model jenis ape yg sesuai dgn sye...
    budjet sye hanye rm 3000.00 kebawah jer mampu....
    diharap dapat memberi pandangan dari yg pakar....
    time kasih....

    ReplyDelete
  6. Kumslam...bagus r..
    kalau anda betul2 hndak ceburi bidang ini..
    tapi anda kena ingt..bukan senang hndak ceburi bidang ini..memang senang klau kita melihat..
    tapi tdk senang utk kita cuba sendiri..
    yg paling penting..kita kena rajin belajar & kita kena kenal rapat ngan camera kita..dgn bajet sebnyk itu,anda boleh membeli D80,D90,D70,D300 & bnyk lagi r...

    ReplyDelete
  7. Thanks sharingx gan...Ax lagi belajar Photogrph ne...ini bermanfaat banget buat ax.
    Ax follow your Blog, follow balik yak...__

    ReplyDelete
  8. Salam..sowe nyebok...huhu..btw tq sngt2...suma nie bnyk gla m'bantu sya..hope ble singgah lg huhu...

    ReplyDelete
  9. Peerh cantik doh . Minat gile dengan photografi nie . Sampay niat lepas habis belajar nak buat keje part time photografi . Hahaha pantang jumpe tempat yg ad permandangan cantik2 asik nak snap je . Tumpang tanya camera nikon or canon mane lagi okey ye kalau kte nak jadi photografe nie ??

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...