Thursday, March 31, 2011

Tip hilangkan perasan kaku dihadapan kamera








Kita selalu tidak puas dengan hasil gambar yang kita tangkap sendiri kan? Hempa jangan lah pula hendak salahkan wajah hempa yang tidak fotogenik. Jangan pula merasa diri tidak cantik. Aku dapat tip ini dari seorang fotografer ,dia menyatakan satu-satunya cara agar tampak menarik di depan kamera adalah dengan bersikap wajar.

Tapi masalahnya,hmmm
kat bawah ni ada tipnya..jom kita tengak:-
Alihkan pikiran

Agar tidak terlihat kaku, alihkan pikiran hempa dari kamera. Agar lebih mudah, ajaklah kawan atau binatang peliharaan untuk turut berpose bersama. Jika hempa ingin tangkap gambar sendirian, alihkan tangan pada benda-benda di sekitar hempa, atau lipat kedua tangan agar terlihat tidak kaku. Jangan biarkan kedua tangan berada pada sisi badan hempa.

Tampak sampin

Jika hempa memiliki wajah asimetris, misalnya satu mata lebih besar dari mata yang lain, sebaiknya hempa berpose dengan sedikit memusingkan kepala hempa ke tepi sehingga kamera hanya menangkap 2/3 dari wajah hempa. Pose ini juga memiliki efek menguruskan kerana gambar mengambil angle horisontal dan bukan vertikal.

Fokus pada satu titik

Untuk pengambilan gambar berukuran pasport, mau tak mau wajah harus menghadap kamera. Agar tak terlalu kelihatan kaku, fokuskan mata hempa pada titik di atas lensa kamera atau hempa boleh fokus melihat titik di belakang lensa, misalnya, bahu si fotografer.

Perasan ketawa

Bergambar di studio, akan lebih menegangkan keadaan ketika hempa berpose di luar ruangan. Untuk mencairkan ketegangan, mintalah fotografer mengucapkan sesuatu seperti 1 2 3,ready dan lain-lain sambil menangkap gambar hempa. Kalau tak, cubalah pikirkan hal-hal lucu sehingga hempa boleh ketawa atau tersenyum dengan ekspresi natural. Sering-sering berlatih senyum di depan cermin juga boleh sangat membantu.

Agak-agak photograper tadi orang mana ya?hahaha..Aku harap kita semua dapat memahami tip yang diberikan oleh photograper tersebut.Sayangilah DSLR anda,SyurgaKu,IsteriKU..

Wednesday, March 30, 2011

Tip-tip tangkap gambar yang menarik


Kita mesti hendak melihat gambar yang menarik selepas kita tangkap gambarkan. Tapi kita tahu macam mana hendak bagi gambar kita menarik.Yang paling penting,kita kena tahu apa yang perlu ada di dalam gambar yang kita hendak tangkap itu.InsyaAllah,gambar kita akan nampak menaraik walaupun kita hanya menggunakan kamera murah ataupun menggunakan telefon kita saja..Contoh kita tengak tip-tip di bawa :-



Perhatikan komposisi

Memotret dengan kamera ponsel sekalipun, titik berat pada komposisi akan membuat hasil foto yang berbeda dan bisa tampak indah. Sebaliknya, bila memakai kamera mahal yang canggih sekalipun tapi tidak mengindahkan komposisi akan menghasilkan foto yang tidak bisa ‘bicara’.




Komposisi berarti kejelian menempatkan objek pada bidang foto, bagaimana kita berpikir mencari point-of-interest untuk tiap foto, membuat kesan kedalaman dengan bermain framing hingga mengikuti aturan rule-of-thirds. Bila foto sudah terlanjur diambil namun ternyata komposisinya kurang enak dilihat, kita bisa selamatkan dengan melakukan cropping untuk membuang bidang yang tidak perlu.

Perhatikan pencahayaan

Selalu, sebelum kita memotret, perhatikan dengan seksama cahaya sekitar. Kenali sumber cahayautamanya (matahari, lampu neon, lampu pijar atau lainnya), estimasi tingkat keterangannya (intensitas cahayanya) lalu arah datangnya cahaya (side light, back light dsb). dari sini kita bisa menentukan apakah cukup mengandalkan auto WB pada kamera atau perlu dilakukan WB manual.

Pada saat cahaya kurang, kita juga perlu mengukur kemampuan kamera kita (berapa shutter speedminimum, berapa bukaan lensa maksimum, berapa ISO tinggi yang masih layak/noise rendah) sehingga foto yang diambil tidak under-eksposur. Perhatikan juga bila cahaya datang dari arah belakang objek akan menghasilkan siluet sehingga perlu diputuskan apakah objek harus pindah posisi, atau kita kompensasi dengan menambah lampu kilat.

Perhatikan latar belakang

Ada kalanya yang paling ingin ditonjolkan dari sebuah foto adalah latar belakangnya. Berpose di depan Candi Borobudur atau gunung Bromo tentu maksudnya ingin menceritakan kalau ’saya pernah kesana’. Untuk itu aturlah latar bisa tampak jelas, sementara objek tetap proporsional.

Tapi kadang kita justru si objek adalah fokus utama dalam sebuah foto, sementara latar belakang bisa diabaikan. Untuk itu pilihlah latar yang tidak mengganggu fokus orang yang melihat foto kita. latar yang terlalu ramai dan penuh warna bisa membuat orang justru sibuk mengamati latar daripada objek foto. Bila kamera anda mampu membuat latar menjadi blur/out-of- focus, maka lakukanlah.



Perlu diingat juga kalau tiap posisi fokal lensa yang berbeda mampu memberi perspektif yang berbeda terhadap objek dan latar. Saat anda memakai lensa zoom dan akan memotret objek yang relatif terhadap latar, aturlah posisi anda, posisi fokal lensa, posisi objek dan posisi latar agar memberi perspektif yang diinginkan.

Perhatikan kamera anda

Terakhir, diluar faktor eksternal diatas, ujung-ujungnya juga kembali pada kamera sebagai alat yang menentukan hasil foto. Banyak orang kecewa setelah melihat hasil foto yang diambilnya, tanpa memperhatikan apakah dia sudah melakukan yang terbaik saat memotret. Cek kembali setting kameraanda saat akan memotret :

  • jangan goyang saat memotret, sedikit saja handshake akan membuat foto blur, apalagi saat shutter speed rendah (dibawah 1/30 detik) atau saat memakai lensa tele (diatas 100mm)
  • pastikan auto fokus mengunci pada objek yang dituju, bukan salah memfokus pada latar belakang atau objek lainnya
  • periksa histogram sebelum memotret, bila under atau over bisa dikompensasi dengan Exposure Compensation (Ev) ke arah plus atau minus
  • tentukan apakah anda perlu memakai lampu kilat atau tidak, bahkan di siang hari sekalipun

Tentu saja apa yang diuraikan di atas hanyalah hal-hal yang bersifat mendasar, masih banyak faktor teknis atau non teknis yang mempengaruhi kualitas hasil foto. Tapi umumnya hal-hal sederhana ini kadang terlupakan saat memotret dan kita berpotensi kehilangan hasil foto terbaik yang semestinya bisa kita dapatkan.

Tuesday, March 29, 2011

12 tip memahami DSLR

P sana,p sini,duk nampak orang gantung DSLR ja kat leher.Dah macam lembu la pula..hahaha..tak aci marah k. Sekarang ini harga seunit DSLR dah pun murah,rata-rata orang dah dapat membelinya tak seperti awal 20-an dulu, harganya yang mahal,hanya orang betul-betul mampu ja yang dapat beli,sekarang ini,budak sekolah pun dah da DSLR sendiri tau.Sekarang ni paling busuk dalam RM1500 dah leh dapat DSLR baru.

Langkah-langkah

1. Cari satu subjek - Kita mungkin akan merakam satu kawasan yang luas, jadi yang paling penting jangan hampiri kawasan yang gelap dan kurang cahaya. Deria mata kita dapat mengesan lebih banyak cahaya dan pelbagai jenis cahaya yang lebih luas daripada satu deria kamera digital (yang di panggil Dynamic Range dalam setting kamera). Mata ita boleh lihat menembusi cermin dan nampak apa isi dalamnya walaupun dalam keadaan cahaya yang rendah berbanding dengar keadaan cahaya di luar. Bagaimanapun, kamera digital tak boleh jadi sebegini. Dengan kamera, kita hanya dapat lihat apa yang ada diluar cermin atau di dalam cermin sahaja. Pertimbangkan hal ini bila memilih subjek. Jangan pilih terlalu banyak subjek.Kalau terdapat banyak subjek dalam gambar tersebut,ia nampak macam tak berapa menarik mata memandang.

2. Letakkan kamera pada sesuatu. Kalau ada tripod, lebih baik pasangkan. Kalau tak ada, letak pada satu kawasan yang kukuh. Ramai rasakan tripod ni tak diperlukan, malu nak bawak. Tapi untuk dapatkan hasil yang bermakna, pasangkan tripod.

3. Gunakan tetapan Program (P). Ianya adalah mode terbaik untuk permulaan pembelajaran.

4. Tukarkan kelajuan ISO. Kalau ini kamera pertama korang, cuba ekperimen dengan kelajuan ISO. Boleh ubah tetapan ISO dalam setting kamera. Ada juga kamera yang sediakan short-cut key untuk menukar kelajuan ISO. Untuk yang belum faham tentang kelajuan ISO, fungsinya ialah untuk mengukur kepekaan kamera dengan cahaya, lebih rendah angkanya, lebih kurang sensitiflah kamera terhadap cahaya. Lebih tinggi nombornya, lebih tinggi sensitif kamera terhadap cahaya. Cuba amati gambar pada subjek yang sama, kita gunakan ISO paling rendah (50, 100 atau 200), dan kemudian cuba pula dengan ISO yang lebih tinggi (800, 1600 atau lebih).

5. Gunakan tetapan Aperture-Priority (A). Kebiasaannya ia dinyatakan sebagai Av (aperture value) atau A (aperture priority) pada tetapan dail.

6. Tetapkan bukaan aperture lensa. Ia boleh diubah dengan menukar nombor dial pada kamera (dipanggil diaphragm) yang kebiasaannya bermula dari 1.4 hingga 22 pada hampir semua jenis lensa). Cuba rujuk pada buku arahan untuk lebih tepat. Fungsinya ialah menukar saiz bukaan lensa untuk membenarkan lebih banyak cahaya masuk atau mengurangkan jumlah cahaya pada sensor. Saiz bukaan lensa dinyatakan dengan pengiraan nisbah jarak lensa dengan saiz bukaan lensa (digambarkan dengan f/5.6 contohnya). Lebih kecil saiz aperture (kurang cahaya masuk) dinyatakan dengan nombor yang lebih besar (f/22 contohnya). Jadi, cuba rakamkan 2 gambar dengan aperture yang besar dan aperture yang kecil.

7. Ubah kepada tetapan Manual (M) sepenuhnya. Tetapan ini membenarkan kita mengawal sepenuhnya kamera untuk dapatkan hasil gambar yang lebih menarik. Bukanlah sepanjang masa kita perlu gunakan Manual mode, kalau tak apa gunanya setting lain tu. Tapi kita perlu gunakan manual apabila ingin mengawal kedua-dua kelajuan shutter dan bukaan aperture.

8. Tukar kelajuan shutter. Ia digambarkan dengan nombor-nombor yang menaik dua kali ganda setiap kali ditukar. Kelajuan shutter bermula dari 1 saat, 1/2 saat, 1/4, 1/8, 1/16, dan seterusnya (dipanggil “stop” setiap perubahan nombor).

Cuba ambil satu gambar dengan beberapa stops yang berbeza.

- Gambar yang menggunakan shutter laju lebih gelap. Ianya mungkin lebih baik tau sebaliknya bergantung kepada keadaan cahaya.
- Gambar yang menggunakan shutter perlahan menampakkan pergerakkan, gambar yang goyang sekiranya kita pegang kamera sendiri. Walaupun kita memasangkan kamera pada tripod, kelajuan shutter yang sangat perlahan (setengah saat atau lebih) akan menghasilkan gambar yang kabur kerana kamera goyang.
- Bagaimanapun, kita perlu gunakan shutter yang lebih perlahan pada waktu malam contohnya untuk dapatkan gambar pergerakkan lampu kereta. Dalam keadaan yang terang kita boleh gunakan shutter lebih laju untuk mendapatkan pergerakkan yang terhenti.

9. Penting. Ingat terma ini. Fikirkan terma cahaya, kita boleh ubah bukaan aperture, kelajuan ISO atau kelajuan shutter untuk mendapatkan kekuatan berbeza pada setiap jenis keadaan cahaya. Mengubah setiap satu daripadanya akan memberi kesan pada gambar yang diambil, mungkin lebih baik atau sebaliknya. Ingati setiap satunya, dan amalkan semasa merakam subjek kita, sehingga kita terbiasa dengan setiap keadaan sekeliling.

10. Tukarkan kembali kepada tetapan Program (P) sekarang. Memang menarik mengetahui kesemua benda diatas, kita boleh amalkan bila-bila masa sahaja tetapan manual itu sekiranya rasa perlu. Tapi kebanyakkan masanya kita tak perlu fikirkan tentang tetapan manual kerana ada tetapan automatik lain yang memudahkan kerja.

11. Gunakan lensa yang berbeza sekiranya ada. Kalau belum ada, lebih baik sekiranya memiliki satu lensa zoom. Ianya praktikal untuk potret mahupun sukan. Lensa tetap dengan saiz berbeza memiliki focal lengths yang berlainan. Lensa zoom pula mempunyai saiz panjang focal berbeza dan boleh diubah. Lensa 50mm adalah bersamaan atau lebih kurang dengan penglihatan manusia sekiranya dipasang pada 35mm film atau sensor. Bagaimanapun, kebanyakkan sensor digital SLR adalah lebih kecil daripada 35mm film. Maka, panjang focal sebenar perlu digandakan dengan 1.5 di kebanyakkan kamera. (Di panggil Digital Field of View Cropping). Lensa telephoto seperti 80mm atau lebih panjang akan membawa subjek lebih dekat kepada kita. Ia sesuai digunakan untuk potret dan merakam haiwan. Tetapi kita perlu ingat saiz bukaan aperture pada telephoto lebih kecil berbanding lensa tetap. Maka sensitiviti lensa akan lebih lemah berbanding lensa biasa. Ada juga lensa yang mempunyai bukaan aperture lebih besar seperti 70-300mm f/2.8, tetapi harganya adalah sangat mahal. Wide-angle lens seperti 10-20mm memberikan lebih ruang pada pandangan kita. Ia juga memberi gambaran yang kita melihat sesuatu objek pada jarak yang jauh. Ianya berguna apabila merakam gambar pada ruang yang lebih kecil seperti dalam bilik atau pemandangan luas.

12. Mulakan merakam gambar-gambar. Sekarang kita dah fahami asas-asas menggunakan kamera digital SLR, macam mana nak gunakan pada setiap keadaan berbeza.


Monday, March 28, 2011

Cara Hendak Membersihkan Lensa

Sebagai seorang photograper atau seorang yang mempunyai DSLR..
kita kena tahu membersihkan lensa kita sendiri,jangan tahu tangkap gambar ja..
hendak servis..hampeh..hahaha...


Sekarang aku memberikan tips Cara Mudah Membersihkan Sendiri Lensa DSLR . Tidak perlu membuang-buang duit untuk pergi servis dekat kedai, cuba dulu tips yang satu ini.

Peralatan yang diperlukan:
1. screwdriver
2. Kain lap bersih.
3. Cecair pembersih screen.
4. Hair dryer.
Perhatikan: pada bahagian depan lensa biasanya terdapat ring yang memiliki longkang. Longkang ini agaknya dibuat oleh pabrik lensa untuk membantu membuka dan memasang lensa. Dalam tips ini, lensa yang diservis adalah Nikkor 18-200 VR.

Pertama kali, screwdriver dimasukkan ke dalam longkang ring lensa.

Untuk mengelak dari terjadi calar , balutlah ujung screwdriver dengan kain lap (chamois) yang bersih. Seterusnya, putarlah ring lensa ke arah berlawanan jam.
Selepas selesai membersihkan dibahagian luar lensa.
Hempa buka kata dihadapan lensa tersebut.

kemudian,semburkan cecair screen tersebut dekat kanta depan lensa
yang hempa buka tadi.
biarkan cecair tersebut kering dalam beberapa minit
Sembur lensa dengan hair dryer
jangan lupa semburkan di bahagian luar lensa tersebut sekali
Akhir sekali,pasangkan balik kanta tersebut dengan body lensa .

Senang ja kan,xyah duk perhabis duit hempa untuk pergi hantar servis kat kedai.Servis kat rumah hanya
mengambil tak sampai 15 minit dah siap servis 1 lensa.
Yang paling penting kemahuan kita hendak buat atau tak nak buat.Yang tu ja...
Ingatkan..Sayangi DSLR hempa,DSLRku syurgaKu,Isteriku..hahahahha

Sunday, March 27, 2011

Menghindari dari cepat rosak


1. Tempat Penyimpanan : Tempat penyimpanan sangat perlu diperhatikan, simpan lah kamera hempa di tempat yang sejuk ( tidah terlalu panas dan tidak terlalu lembab ) dan terhindar dari debu. Hempa boleh membeli Lemari khusus penyimpan kamera tapi harganya masih relatif mahal, untuk alternativ lain hempa boleh membeli Lemari kaca / kayu yang lebih murah, pasangkan lampu 5watt di dalamnya dan atur jarak dari lampu ke kamera anda sekitar 40cm agar suhu di dalam almari tetap sejuk. kemudian letakkan beberapa silica gel untuk menghindari jamur.

2. Cara menyimpan : Selain tempat penyimpanan kamera hempa. Pastikan posisi hempa meletakkan kamera di tempat yang betul, bersihkan lah kamera hempa sebelum menyimpannya. untuk penyimpanan dalam waktu yang lama keluarkan lah baterai dari dalam kamera untuk menghindri Over-charger. Untuk kamera DSLR, Buang lensa dari body sebelum di simpan dan ingat di pasang ” bodyup ” pada lensa dan body Kamera. Apabila hempa membawa kamera keluar, simpanlah kamera hempa di dalam bag khusus tempat kamera atau bag yang memiliki lapisan lebut yang lebih tebal dan pastikan bag hempa itu mengikut saiz kamera supaya mengelak ia tergoncang.

3. Hindari dari Matahari berlebihan : Panas sinar matahari yang berlebihan boleh merosak bahagian-bahagian kamera hempa yang diperbuat dari plastik .

4. Hidari Kapur Barus : kapur barus adalah benda yang sangat di takuti oleh kamera, kerana kapur barus dapat merosak PBC ( printed circuit board ) iaitu tempat dimana chip elektronik kamera itu terpasang. Kapur barus juga dapat membuat flek flek pada lensa kamera hempa.Sekiranya terkena kapur barus,kamera kita sangat sukar untuk diperbaiki dan kemungkinan besar kamera kita itu dapat diselamatkan lagi.

5. Hindari Air Laut : Air laut sangat bebahaya bagi kamera, jauhkan kamera dari terkena air laut. Air laut boleh menyebabkan berkarat pada bahagian kamera dan merosakan bahagian elektronik yang lainnya. Bagi pengguna kamera DSLR, jangan sekali sekali mengganti lensa di pantai apalagi di laut, karena wap air laut yang di hembuskan angin dapat masuk ke dalam kamera hempa dan membawa butir-butir pasir dan zat garam yang menyebabkan kerosakan pada bahagian dalam kamera hempa.

6. Bersihkan kamera : Sekiranya hempa dapat membersihkan selalu kamera hempa atau setidaknya seminggu sekali. Gunakan kain lap khusus kamera atau yang biasanya di pakai mengelap cermin mata untuk membersihkan body dan bahagian luar lensa .

7. Servislah Berkala : Lakukan servis secara selalu jangan tunggu sampai kamerahempa rosak baru di servis. Servislah kamerahempa di tempat yang sesuai.Sekiranya hempa tak mahir tentang bahagian dalam kamera,jangan sesekali membukanya...
Sekiranya ada yang terkurang ataupun tidak berapa jelas,aku hendak minta maaf ok,
Apa-apa pun,sayangilah DSLR kita...DSLRku nyawaku,SyurgaKu & isteriku..cewahh...hahahahha

Saturday, March 26, 2011

DSLR NIKON D50 Untuk D'jual(Second hand)


hari ini,xtau nak buat pa pa,tiba2 t'tengak dalam wall sorang kwn,
dia nk jual DSLR D50..perhhh...DSLR yang sedang hangat orang duk cari balik 2 ..
pa lagi,aku minta izin r saja ja gatai tangan hendak promo..Na nak tau kot2 da kwn2 dlm blog ni duk cari juga ka kan...
butiran tentang DSLR ni..leh r tengak kat bawa..aku cuma copy paste..keja mudah..hahaha


nikon d50 bersama kit lens 18-55mm utk dijual~
rm1500~ (boley nego lg; offer harga korang)~
keterangan item~

1x nikon d50 body include motor
1x nikkor kit lens 18-55mm
1x penutup camera
1x bateri nikon original
1x nikon charger
1x stripe
1x memory card 2gb

total RM1500~
still boleh nego!!!!

sama keluar dgn d70s! kamera yg makin org dok cari cari nie! utk yg br berjinak dlm fotografi, inilah kamera yg paling baik utk korang dah siap sumer, just pasang dan pakai je.! mmg giler terbaik! pastu body siap dgn motor, so xpayah risau nk gne lens xdak motor~ lens dia usah dikenangla, payah nk jmpe, and sharp giler!
plg terbaik! shutter count rendah! baru 11K!

item dah berusia 2 tahun lebih, SC 11k!!!!

reason ak jual: mmg jual kamera.
^_^

cod ipoh

sebarang pertanyaan hubungi/sms 0175333360 lutfi


Friday, March 25, 2011

sensor ku kena serang dengan debu


Biasanya debu yang terlekat pada sensor akan memberi kesan kepada imej berbanding debu yang terlekat pada lens. Cara nak check senang je, set pada Manual, gunakan aperture yang tinggi seperti f22 dan shutter sehingga exposure seimbang (exposure 0). Pastu snap langit, sebaiknya langit yang biru, atau snap pada kertas putih. Kalau ada bintik-bintik hitam, cuba tukar lens. Jika masih ada lagi bintik hitam, maksudnya sensor dah kena debu, kalau lepas tukar lens takda bintik hitam, maknanya lens yang ada debu.Debu yang ada pada lensa kita akan membuat gambar kita jadi tak cantik & cacat.
Ada bintik-bintik hitam dekat dalam gambar ini
yang ini lagi jelas bintik-bintik hitam

Cara untuk mengelak lensa atau sensor kena debu:-

  • jangan tukar lens di tempat yang terbuka.
  • elakkan zoom in/zoom out di tempat yang berdebu. Udara boleh tertarik ke dalam lens.
  • simpan kamera/lens di dalam drybox/bekas kedap udara + silica gel.
  • jangan biarkan kamera/lens di dalam beg dalam jangka masa yang lama.
  • jika kamera/lens terkena air, lap dengan kain kering serta merta.
  • snap beberapa gambar kalau dah lama tak pakai kamera, sekadar nak bagi kamera tu “panas”.
Ingat tau,sayangilah DSLR anda...Kalau tak jaga dengan betul-betul,makna kata,kena keluar duit lagi untuk baiki ataupun beli yang baru..

Wednesday, March 23, 2011

Kit Lens ( 18mm-55mm )




Seperti sedia maklum,Kit len ni adalah Lens yang terbaik r untuk pengguna DSLR...
Sebab itulah,Kit Len ini telah dibekalkan ketika kita membeli DSLR...
Lensa kit yang biasa dibekalkan adalah 18mm-55mm. Cukup untuk ‘wide’ hingga kegunaan merakam gambar potret. Sebab itu namanya lensa kit (kit len), ianya serbaguna.






Dengan menggunakan kit len, kita sudah boleh merakam gambar-gambar keperluan biasa, cukup untuk merakam gambar kahwin, gambar produk yang tidak memerlukan ‘macro’ . Untuk merakam gambar ‘wild life’ atau ’sport’ tele len adalah lebih sesuai.

Monday, March 21, 2011

Seperti sedia maklum,kita tau yang lens 50mm 300 mm ni adalah
lens zoom,ia digunakan kita menangkap gambar yang berada jauh dari kita seperti
dalma stadium ketika kita hndak tangkap gambar player

Lensa 50mm f/ 1.4



Lens ini dah jadi barang kewajipan dah bg
jurugambar pro ataupun orang yang baru gatai
tangan nk belajar men camera ni,
jom kita tgk keistimewaan yang da pada
lens ni..


-kanta ini dilengkapi dengan dua elemen lensa refraksi tinggi
dan optik Gaussian yang baru, yang menggabungkan untuk menghilangkan
silindris dan menekan perbezaan astigmatik.

-Akibatnya, kanta mendapatkan
gambar yang tajam dengan suar kecil
bahkan pada
aperture maksimum. f/1.4 Kecepatan kanta itu, sementara itu,
sangat sesuai untuk pemotretan sedia-cahaya.

-Dan sebagai bonus,
lensa ini adalah lensa hanya dalam sistem EF untuk menawarkan
Micro tambahan-kecil Ultra Sonic Motor (USM) sementara masih menyediakan
waktu-penuh pilihan fokus manual.

-Ciri-ciri lain termasuk berhampiran
jarak fokus 1.5 meter, saiz penapis 58mm.

dah taukan pa yg best ngan lens ni,
pa lagi,pakat2 p beli r kat kedai..
rasa macam xpuas kalau xda lens ni terutamanya..
pada orang yang suka tangan gambar wedding
or gila camera,keja nk posing ja depan camera 2..
perhhh...best...
nk sebut harga dia pun xtau..hempa p kedai & tanya
sendiri r kot no..hahaha..
Aku bukan buka kedai camera,sat g bgtau takut salah pula...



Contoh Gambar yang menggunakan Lens 50mm f/1.4




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...