Powered By Blogger

Wednesday, May 4, 2011

Teknik menggunakan flash eksternal


Ada beberapa teknik penggunaan flash iaitu bounce flash, diffuse flash, direct flash, off camera flash.

Teknik bounce flash (pantulan)
Tujuan menggunakan teknik ini adalah untuk memantulkan cahaya dari flash ke permukaan yang lebih besar seperti langit-langit atau dinding. Dengan memantulkan cahaya dari flash, maka cahaya ruangan yang ada menjadi lebih rata dan halus. Teknik ini boleh digunakan di langit-langit yang tidak terlalu tinggi.

Teknik Diffuse Light (menyebarkan cahaya)
Tujuannya sama dengan bounce iaitu membuat cahaya lebih rata dan halus. Teknik ini boleh dicapai dengan menggunakan aksesori seperti Gari Fong lightsphere atau stofen omnibounce. Dengan salah satu aksesori ini, kita boleh menyebarkan cahaya ke seluruh arah. Teknik ini baik digunakan di dalam ruangan yang relatif kecil.

Teknik Direct Flash (langsung)
Cara menggunakan teknik ini adalah dengan mengarahkan flash langsung ke subjek. Biasanya hasil dari direct flash cukup kasar, maka dari itu sering dihindari. Tapi kalau kita tidak boleh melakukan teknik bounce atau diffuse kerana keterbatasan lingkungan, maka teknik ini boleh dilakukan.

Teknik Off Camera Flash
Tujuan teknik ini adalah untuk menghasilkan cahaya yang terarah pada suatu subjek. Misalnya dalam potret manusia, menggunakan teknik ini bagi mendapatkan menghasilkan gambar objek seperti tiga dimensi. Untuk mengunakan teknik ini,memerlukan penghubungan diantara kamera dan flash. Alat penghubungan diantara lain seperti kabel sinkronisasi (cable sync flash), atau wireless trigger (alat pemantik nirkabel). Dengan adanya alat penghubungan, kamera boleh mengatur satu flash ataupun beberapa flasht yang disusun dalam beberapa kumpulan.


Sunday, May 1, 2011

Cahaya keras VS cahaya lembut

Kita sering terlupa bahaya cahaya adalah salah satu sumber untuk mencantikkan lagi gambar kita.Cahaya mempunyai 2 jenis iaitu cahaya keras dan cahaya yang lembut.

potret-cahaya-keras

Gambar potret dengan cahaya yang keras

Cahaya yang keras, sumber cahayanya relatif kecil, iaitu cahaya matahari pada waktu tengah hari. Arah cahaya itu datang dari arah sisi kanan model.

Mungkin ada yang masih tak paham, sinar matahari disebut sebagai sumber cahaya yang kecil.Ini kerana letak yang sangat jauh dari bumi sehingga menjadi relatif kecil dipandang dari bumi, kecuali bila awan menutupi cahaya matahari.

Kalau kita perhatikan, cahaya yang keras menghasilkan gambar yang sangat kontras. Bayangan yang terbentuk juga sangat jelas. Bayangan seperti ini menutupi sebahagian sisi wajah sehingga wajah model terlihat menjadi kurus. Tekstur kulit seperti jerawat akan menonjol.

Sebaliknya cahaya yang lembut akan menghasilkan gambar yang tidak kontras cahaya yang keras, tekstur muka tidak terlalu menonjol, dan bayangannya tidak begitu kelihatan .

potret-cahaya-lembut

Gambar potret dengan cahaya yang lembut

Untuk mendapatkan cahaya yang lembut, kita perlu sumber cahaya yang relatif besar, dalam gambar ini, sebuah reflektor berbentuk bulat digunakan untuk menghalang sinar matahari yang datang terlalu banyak dari sebelah kanan model.

Sekarang,kita perlu pikir,yang mana lagi bagus? cahaya yang keras atau lembut? semua bergantung kepada selera dan citarasa seseorang itu. Kalau bagi aku, kedua-duanya sama bagus mengikut keadaan atau model yang kita gunakan. Cahaya yang keras kelihatan lebih dramatis, sedangkan cahaya yang lembut membuat wajah lebih halus.

Friday, April 29, 2011

Perlu belajar melalui menonton filem

Filem memiliki banyak persamaan dengan fotografi. Sama seperti fotografi, filem juga menggunakan kamera(video). Dalam zaman sekarang, ramai yang menggunakan yang menggunakan DSLR untuk merakam atau membuat video.

Sama seperti fotografi, untuk menghasilkan sesebuag filem yang berkualiti tinggi , ia memerlukan pemikiran yang terbuka dan matang terhadap lighting (pencahayaan), komposisi, warna dan sebagainya.

Oleh sebab itu, dengan menonton filem yang baik kualitinya, kita boleh mempelajari tentang fotografi melalui menonoton filem tersebut. Yang paling penting,semasa kita menonton filem tersebut,kita perlulah memperhatikan elemen-elemen visual di dalam filem. Contohnya komposisinya, dimana terletaknya subjek utama? apakah di tengah-tengah atau ke tepi (mengikuti aturan tiga segi). Dari mana arah datangnya cahaya? apakah dari atas, bawah, atau di tepi? Keras atau lembut cahayanya? Mengapa perlu memilih cahaya yang demikian?

Kita perlu perhatikan juga penggunaan warna di dalam menonton film. Warna biasanya dikaitkan dengan mood/perasaan. Warna kuning dan jingga menggambarkan perasaan yang hangat, gembira. Warna biru menggambarkan suasana yang dingin atau tenang. Warna gelap seperti hitam menggambarkan suasana yang misterius dan horror.

Dari menonton film, kita-kita yang belajar fotografi bisa memperoleh manfaat untuk meningkatkan ilmu fotografi kita. Maka dari itu kalau bisa jangan sekedar nonton, tapi juga perhatikan komposisi elemen-elemen visual yang digunakan sang sutradara.

Beberapa film dari jaman dulu yang visualnya bagus untuk dipelajari:

FILEM CUN (2011)

Cerita yang mengisahkan tentang percintaan dua daerah iaitu hero kampung dan artis terkenal.Dalam filem ini kebanyakkan menggunakan warna-warna yang lembut dan dingin kerana ingin menaikkan mood romantik.Seperti gambar diatas,kita dapat melihat warna kebiruan semasa Remy Ishak(Atan) ingin melafazkan cintanya terhadap Maya Karim(Luna).


the-last-emperor

The Last Emperor (1987)
Film tentang kehidupan Puyi, kaisar terakhir Dinasti Qing Cina dari kecil sampai tua. Di dalam film ini, digunakan banyak sekali warna-warna yang merefleksikan atmosfer pada saat itu. Misalnya sutradara memilih warna-warna cerah seperti kuning dan jingga pada saat Puyi kecil melukiskan masa-masa bahagianya. Dan mengunakan warna yang agak kelam (saturasi warna yang rendah) pada saat Puyi ditahan.

in_the_mood_for_love

In the mood for Love (2000) pemeran utama Maggie Cheung & Tony Leung
Film Hongkong ini tentang kisah percintaan antara dua insan yang kesepian karena ditinggal oleh pasangan mereka. Film ini menarik karena kameramennya adalah juga fotografer. Maka dari itu komposisi foto ini sangat menarik secara visual dan lebih terkesan fotografi daripada komposisi yang biasanya kita lihat di filem. Pemakaian warna-warna juga sangat baik untuk menggambarkan mood.

Thursday, April 28, 2011

Belajar melihat,merasa dan memikir

Untuk menjadikan kita lebih mahir dalam bidang ini,kita perlulah ingat perkataan 3M ini iaitu (melihat,merasa dan memikir).Seperti juga semasa kita kecil dahulu,kita belajar sesuai benda itu dengan meniru gaya orang lain atau gaya orang dewasa.Contohnya,ketika kita baru hendak beljar bercakap,kita akan mengajuk-ajuk cakap ibu & ayah kita.Lama-lama,kita merasa meniru itu merupakan suatu cara yang efektif atau cara pantas untuk belajar sesuatu.

Di dalam fotografi, banyak yang menganggap kegiatan meniru ini boleh membuat gambar kita menjadi lagi baik atau bagus.

Pertama, kita perlulah berpikir bahawa dengan meniru setting yang diberikan di dalam mana-mana majalah atau tutorial yang diberikan akan mendapatkan hasil yang sama dengan gambar yang ditunjukkan . Kedua, kita perlu fikirkan bahawa dengan menggunakan kamera dan lensa yang sama akan menghasilkan gambar yang sama kualitinya.

Apa yang diberitahukan setting kamera (ISO, bukaan, shutter speed) adalah tentang ukuran pencahayaan yang ada pada keadaan itu. Keadaan cahaya terutama di luar ruangan selalunya akan berubah, jadi bila kita meniru setting tersebut, akan terjadi masalah dengan gelap dan terangnya (eksposur) hasil gambar itu. Selain itu, kita tidak mengetahui posisi fotografer dengan subjek utama dan latar belakang, kita juga tidak mengetahui alat-alat lain yang digunakan untuk menghasilkan gambar tersebut seperti tripod, filter. Kita juga tak tahu kalau gambar itu sudah di edit menggunakan software tertentu.

Informasi jenis kamera, lensa yang dipakai juga akan menyesatkan. Misalnya, kita akan beranggapan bahawa harus menggunakan kamera yang canggih dan lensa yang mahal-mahal untuk menghasilkan gambar tersebut. Setelah membeli alat-alat sesuai, bila tidak menghasilkan gambar yang kita inginkan itu,maka kita akan merasa kecewa dan akan putus asa.Dibawa ada satu contoh gambar yang menggunakan kamera yang murah.

Nikon D40, Lensa 16-85mm VR, ISO 200, 85mm, f8, 1/125 detik : Apakah info ini membantu? Saya rasa tidak.. hmm.. tunggu dulu, mungkin kita belajar satu hal, kamera murah dan hanya 6 megapiksel bisa membuat foto sebagus ini. Foto oleh Camella Kusumo


Daripada sibuk menerjemahkan dan belajar dari spesifikasi gambar yang ada, lebih baik kita kena belajar melihat (to see) Melihat itu tidak sama dengan memandang atau menengok (to look). Saat kita melihat, kita memberikan waktu kepada mata dan pikiran kita untuk memperhatikan detail-detail yang tidak pernah kita lihat sebelumnya dengan hanya sekilas pandang.

Lalu kita harus belajar merasakan (to feel). Dengan merasakan suasana pemandangan yang kita lihat, baru kita boleh berkomunikasi dengan efektif suasana (mood) kepada orang yang melihat gambar kita itu.

Setelah kita melihat dan merasakan, saatnya kita berpikir, (to think) berpikir tentanf kamera, lensa, setting kamera, penghasilan gambar yang boleh membantu kita untuk meneruskan dan berkomunikasi dengan suasana yang kita lihat.

Wednesday, April 27, 2011

Tip untuk mengambil gambar ketika malam


Ini aku hendak menjawap pertanyaan saudara dan saudari yang inginkan tips untuk mengambil gambar ketika waktu malam. Aku mengakui memang sukar untuk mengambil gambar ketika waktu malam kerana gambar kita akan menjadi noise dan tak cantik.Aku sendiri pun kadang-kadang itu kantoi juga,nak buat macam mana,aku pun budak baru belajar juga.Perlu memperbanyakkan lagi ilmu-ilmu tentang semua ini.Aku pun masih mencari sifu yang pro untuk aku menambahkan ilmu ini yang tak pernah habis.

Aku akan memberikan sedikit tips untuk mengambil gambar pada waktu malam. Sebarang penambahan amatlah dialu-alukan. Tips dibawah adalah untuk kamera DSLR atau kamera yang mempunyai setting yang disebutkan.Tip ini mengikut pada pengalaman aku mengambil gambar ketika waktu malam.

1) Guna ISO yang paling tinggi (jika ada setting untuk ISO).Contoh yang paling tinggi ialah 1600,2 bagi DSLR D70.

2) Setting shutter speed ditahap yang tangan hempa mampu menahan gegaran. Jika aku, minimam shutter adalah 10. 10 - 30 adalah setting yang sesuai mengikut situasi gambar yang ingin diambil.Tapi aku sarankan supaya hempa menggunakan tripod ketika menangkap gambar.Bagi aku tripod itu wajib sebab tangan kita akan bergetar ketika kita menangkap gambar dan menggunakan shutter speed rendah.

3) Jika hempa menggunakan flash direct, cuba tinggikan nilai aperture sehingga hempa dapat satu gambar yang baik (kena try & error). Contoh 8, 11, 16 keatas, jangan pakai 2.8, 3.3 atau 4.5 sebab itu nampak cahaya flash yang banyak kerana bukaan aperture yang besar.

Kalau kita ingin mengambil gambar manusia pada waktu malam memang sukar dan perlukan kesabaran yang tinggi sebab bukan sekali tangkap saja dah dapat gambar yang kita inginkan.Oleh itu,kesabaran dan usaha kita untuk setting shutter speed dan ISO supaya ia dapat menangkap gambar seperti yang kita mahu itu tercapai.

Sekiranya kita rajin berusaha,maka hasilnya akan kita dapat,InsyaAllah,kita kenalah rajin bermain dengan shutter speed dan ISO itu,supaya kita serasi dengannya.

Tuesday, April 26, 2011

Tips tangkap gambar bunga api (Fireworks)


Semalam aku agak terkejut,bila ada salah seorang hamba Allah ini bertanya pada aku,macam mana hendak tangkap gambar bunga api yang cantik.Kemudian,dia minta tips dekat aku.Mesti dia semangat hendak tangkap gambar bunga api ini padahal merdeka or tahun baru lambat lagi.Tak lah,Puas juga aku berfikir semalam,aku bagitahu mengikut pengalaman aku saja ok.

Pertama-tama, kita harus mengetahui konsepnya terlebih dahulu kerana banyak berlaku salah paham. Memotret bunga api adalah menggunakan setting shutter speed yang cukup lama, supaya kita boleh menangkap gerakan dan pembentukan bunga api tersebut.

Tapi masih ramia orang yang menggunakan fungsi automatif kebiasaannya untuk membekukan subjek gambar sehingga hasil gelap dan tidak jelas. Lampu kilat juga tidak dapat membantu kerana keterbatasan tenaga dan jarak jangkauan lampu kilat yang terbatas.

Berikut beberapa tips:

  • Jangan gunakan mode automatif, gunakanlah mode manual
  • Setting shutter speed ke sekitar 5-10 atau lebih lama lagi untuk menangkap beberapa bunga api tersebut.
  • Gunakan Bulb (B) mode untuk membuka shutter lebih lama dari 30 .
  • Gunakan tripod atau letakkan kamera di tempat yang rata, kerana sekiranya kita menggunakan tangan,ia akan bergetar.
  • Set ISO yang rendah, 100 atau 200.
  • Hanya gunakan lampu kilat (flash) untuk menerangi subjek foto yang dekat, seperti orang.
  • Gunakan fungsi self-timer atau remote untuk mencegah getaran kamera saat kita menekan tombol shutter.
  • Perhatikan juga latar belakang, cari dan pindah ke posisi yang lebih baik ketika ingin menangkap gambar tersebut.
Aku berharap kawan-kawan & terutamanya yang minta tips dari aku itu mencuba tips yang aku bagi itu,kalau ada kesalahan,aku minta maaf.Aku ni pun budak masih belajar mengenai photography ini.Semoga berjaya..

Monday, April 25, 2011

10 perkara penting yang perlu mengenai lensa

1. Apa itu lensa?

Lensa adalah ruang untuk kemasukkan cahaya ke kamera. Kita dapat mengendalikan jumlah cahaya yang masuk melalui lensa dengan mengubah nilai bukaan(aperture).

Bukaan lensa menentukan ruang ketajaman cahaya. Semakin besar bukaan, ruang tajam semakin tipis sehingga latar belakang menjadi blur. Semakin kecil bukaan, semakin luas ruang tajam, sehingga latar belakang terlihat lebih jelas .

2. Lensa zoom dan lensa fix/non-zoom

Ada lensa zoom yang memiliki jarak fokus yang boleh diubah-ubah untuk membesarkan objek gambar, tapi ada juga yang memiliki lensa fix. Keistimewaan lensa fix adalah bukaannya yang besar sehingga mudah membuat latar belakang menjadi blur . Selain itu ukurannya kecil. Namun kerana tidak dapat zoom, maka photographer terpaksa berpindah randah ke satu tempat ke satu tempat yang lain.

3. Lensa makro dan non-makro

Perbezaan lensa makro dan non-makro terletak pada kemampuannya untuk fokus lebih dekat dari subjek dan perbesarannya. [lensa makro]. Banyak lensa makro yang direka lebih tajam daripada lensa biasa untuk kelihatan lebih detail objek yang kita tangkap.

4. Lensa Lebar (Sapujagat)

Lensa sapujagat biasanya diberikan untuk lensa yang boleh zoom dan lebar sampai 18-200mm. Lensa ini popular kaerana kita tidak harus mendekati objek , kita cuma perlu zoom saja. Tapi masalahnya lensa seperti ini kualitinya kurang, relatif mahal dan cukup berat. Pertimbangkan untuk memiliki beberapa lensa yang lebih khusus daripada lensa sapujagat kerana tak ada lensa yang sempurna.

5. Zoom bukan sekadar zoom

Setiap jarak fokus lensa (focal length) menghasilkan gambar.Lensa lebar menghasilkan effect y seperti tiga dimensi.Lensa standard menghasilkan gambar yang sesuai dengan perspektif mata manusia, dan lensa telefoto menghasilkan effect dua dimensi.

6. Kualiti gambar yang dihasilkan tergantung kepada lensa

Lensa sangat mempengaruhi hasil gambar. Ada lensa yang menghasilkan gambar yang tajam sekali, ada juga yang lembut. Ada yang kontras, tapi ada yang tidak. Ada pula yang memiliki bagian out of focus (bahagian yang tidak fokus) yang indah, ada juga yang bahagian out of focusnya dilihat bercelaru. Untuk menghasilkan gambar yang bervariasi, setiap photographer yang berpengalaman biasanya memiliki lebih dari satu lensa yang dipakai tergantung kepada jenis gambar yang diinginkan.

7. Kualiti optimal lensa biasanya terletak kepada dua stop dari bukaan maksimumnya

Hasil gambar pada umumnya tidak terlalu baik bila kita menggunakan bukaan maksimal lensa. Bila kita menutup bukaan sekitar dua f-stop, maka kualiti gambar akan lebih baik.

Angka f-stop pada bukaan adalah jarak fokus lensa dengan diameter bukaan. Urutan f-stop pada lensa iaitu f/1.4 – f/2 – f/2.8 – f/4 – f/5.6 – f/8 – f/11 – f/16 – f/22 dan seterusnya. Setiap perubahan dari f/1.4 ke f/2 kita sebut perubahan satu f-stop. Perubahan dari f/1.4 ke f/2.8 kita sebut perubahan dua f-stop.

8. Beza lensa mahal dengan lensa yang murah

Lensa yang murah materialnya biasa dari plastik dan tidak begitu tahan lasak. Kualiti lensanya juga bukan dari bahan yang terbaik. Hasil gambar agak bervariasi kerana kualiti kontrol yang tidak begitu ketat. Hasil gambar juga tidak konsisten (tidak selalu baik).

Sebaliknya, lensa yang berkualiti tinggi menghasilkan gambar yang lebih baik dan juga lensa yang lebih tahan lasak,ia boleh terkena air dan cuaca buruk.

9. Awas filter murah!

Filter murah boleh membuat gambar menjadi kurang baik. Meskipun lensa yang dipakai sangat mahal, tapi kalau filter yang dipakai buruk atau lama, maka hasilnya akan buruk. Hal ini kerana filter merupakan elemen lensa tambahan yang berpengaruh ke hasil gambar. Pertimbangkan untuk membeli filter yang baik terutama lensa yang dipakai berkualiti tinggi.

10. Beli lensa yang terbaik dan mengikut kemampuan diri

Kita hendak membeli sesuia barang itu,perlulah mengikut kemampuan diri kita,orang kata,ukur baju di badan sendir.Lensa bukannya murah harga,kita perlulah membuat pertimbangan sebelum kita membeli lensa tersebut.Contohnya,untuk apa kita beli lensa tersebut,apa kegunaan lensa tersebut dan banyak lagi.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...