Powered By Blogger

Friday, April 8, 2011

Melawan Noise

tengak muka budak ni,dia pun tak suka
sebab gambar dia noise..hahaha

Noise atau bintik-bintik pada gambar yang akan membuat gambar kita jadi buruk.Sekarang ini,bagaimana kita hendak mengatasi Noise ini,Yang paling penting,kita perlu mengatahui penyebab berlakunya Noise ini.


  • Ukuran sensor :Sekiranya kita menggunakan DSLR,faktor untuk berlakunya Noise berkurangan berbanding kita menggunakan kamera compact atau telefon bimbit.Oleh itu,mau x mau,kena belilah DSLR.
  • ISO Tinggi:Gambar dengan setting ISO tinggi akan meningkatkan noise. Ada waktunya kita memerlukan ISO tinggi, tapi seharusnya kita guna ja ISO yang rendah ataupun sederhana . (seperti ISO 400 atau kebawah).
  • Faktor cahaya yang tinggi : Semakin tinggi faktor cahaya semakin tinggi noise. Yang dimaksudnya ialah warna cahaya yang kekuningan atau jingga yang tinggi berbanding cahaya kebiruan yang agak rendah.
  • Membiar sensor terbuka terlalu lama: Semakin lama kita membuka sensor untuk mengambil gambar, semakin tinggi noise yang akan dihasilkan.
  • Kekurangan cahaya:Cahaya memmainkan peranan yang penting,sekiranya kekurangan cahaya yang masuk,noise akan muncul lebih banyak terutamanya di kawasan yang gelap atau pada bayang-bayang kita.Oleh itu,kita kena settingkan esposur yang sesuai dengan keadaan dan suasana ketika kita ingin bergambar.

Kadang kala kerana keadaan yang tidak memungkinkan, kita terpaksa menggunakan setting atau alat yang kurang ideal sehingga gambar kita banyak noise. Tapi jangan putus asa terlebih dahulu kerana kita juga boleh menggunakan software tertentu untuk mengurangkan noise.




Contoh Noise pada gambar


Salah satu cara yang paling popular adalah dengan mengambil gambar RAW (Jenis file berukuran besar dan berkualiti tinggi dibandingkan jenis JPG). Sekiranya itu berlaku,kita mau x mau kena guna software khusus untuk edit gambar yang noise tersebut.Lalu mengunakan software khusus untuk kamera tersebut dan mengurangi noise yang timbul.

Selain itu,Kita boleh menggunakan pelbagai software seperti Adobe Photoshop,Adobe Lightroom,Noise Ninja,Neat Image dan lain-lain lagi.Di dalam software tersebut terdapat beberapa tools/alat mengurangkan noise.

Di kamera terdapat fitur NR (Noise Reduction). Fitur ini boleh membantu hempa sekiranya gambar hempa itu dalam bentuk JPG. Tapi sebahagian besar kamera tidak memiliki NR yang baik, sehingga menyebabkan kualiti gambar hempa teruk dah tak berapa cantik.

Kadang-kadang , noise juga bukan menjadi musuh kita malah ia boleh menjadi teman kita, misalnya untuk memberikan efek tekstur pada gambar, boleh membuat gambar kita kelihatan klasik. 2 pada orang yang berminat menggunakan effect noise saja la.

Thursday, April 7, 2011

3 langkah untuk blur background







Ramai orang bertanya, bagaimana hendak membuat latar belakang menjadi blur pada gambar potret? Sebenarnya caranya mudah dan tidak kurang dari tiga langkah. Sebelum itu, hempa memerlukan kamera DSLR, kerana kamera DSLR memiliki sensor besar dan hempa dapat menukarkannya dengan lensa potret. Walaupun demikian, hempa boleh mencuba menggunakan kamera compact walaupun hasilnya kurang memuaskan.

Langkah Pertama: Set zoom hempa ke titik maksimum

Contoh, bila hempa memiliki lensa 18-55m, maka set zoom lensa hempa ke 55mm. Bila hempa memiliki lensa telephoto zoom, seperti 55-250mm, ini lebih baik lagi. Pakai lensa ini dan set zoom lensa hempa ke 85mm sampai 135mm. Rentang fokal ini ideal untuk gambar potret

Langkah Kedua: Posisikan model hempa sejauh mungkin dari latar belakang

Semakin jauh jarak antara latar belakang dengan model dibanding jarak model ke kamera, semakin blur latar belakang kamera.

Langkah Ketiga: Set bukaan / aperture lensa hempa sebesar mungkin

Semakin besar bukaan semakin blur latar belakangnya, bila hempa memiliki lensa 18-55mm f/3.5-5.6. Maka, set bukaan hempa ke f/5.6 (ini bukaan maksimum di rentang fokal 55mm.

Kalau hempa tak puas dengan hasil lensa 18-55mm, aku sarankan untuk membeli lensa 50mm f/1.8 atau 85mm f/1.8.Walaupun lensa tersebut tidak boleh zoom, tapi maksimum bukaan sangat besar, sehingga lebih sesuai untuk foto potret.

Wednesday, April 6, 2011

Teknik-teknik photografi

Yang sering menjadi kendala utama fotografer pemula adalah kendala teknis. Banyak yang tidak mengetahui dasar dan tidak mengenal kameranya dengan baik. Saya pikir ini penting sekali untuk diatasi sebelum melangkah lebih jauh. Dengan menguasai aspek teknis, kita bisa membuat foto yang kita inginkan.

EXPOSURE / PENCAHAYAAN

Maksud photografi adalah pencahayaan, maka itu sangat penting kita memahami hal ini. Ada 3 faktor utama yang menentukan pencahayaan yaitu bukaan (aperture), kepantasan rana (shutter speed) dan sensitivitas sensor (ISO).


Jenis mode kamera yang bisa dipilih

Jenis mode kamera

Berkaitan erat dengan pencahayaan, pertanyaan yang selalu aku dapat adalah mode kamera apa yang aku harus pakai. Bagi yang memahami prinsip pencahayaan, tentunya lebih cenderung memakai Manual (M), Aperture Priority (A/Av) atau Shutter Priority (S/Tv).

Lalu bagaimana dengan Auto mode, atau Program (P) mode atau scene modes seperti landscape mode (yang gambarnya seperti gunung) atau portrait mode (yang gambar wajah orang dari samping)? Adakah boleh memakai mode itu? Boleh saja kalau belum memahami pencahayaan, tapi bila telah memahami, automatik kita tidak perlu lagi menggunakan mode tersebut.

Aku sendiri pun suka pakai Aperture Priority, kerana aku boleh fokus supaya kelihatan kabur di latar belakang gambar kita.

Mempelajari pencahayaan ibaratnya seperti belajar membawa kereta atau berenang. Pertama kali kita cuba,memang merasa sukar, tapi kalau sudah memahami serta praktikkan apa yang kita paham itu,InsyaAllah, segalanya akan menjadi lebih mudah. Setelah memahami hal ini, hasil gambar akan lebih konsisten.

EXPOSURE COMPENSATION / KOMPENSASI

Histogram: Kalau kurva berwarna hitamnya banyak menumpuk di sebelah kanan seperti ilustrasi di atas. Ini menandakan pencahayaannya terlalu berlebihan

Histogram: Kalau kurva berwarna hitamnya banyak menumpuk di sebelah kanan seperti ilustrasi di atas. Ini menandakan cahaya bergitu terang.

Masih berkaitan dengan pencahayaan, hal yang perlu diperhatikan terutama photografi digital adalah menghindari dari cahaya yang berlebihan sehingga gambar menjadi terlalu terang kerana akan banyak detail yang hilang dan tidak boleh muncul kembali. Untuk melihat apakah gambar kita itu terlalu terang, kita boleh lihat di LCD DSLR atau histogram.

Selain itu, seringkali kita melihat di depan kita terdapat lebih banyak warna gelap daripada terang sehingga gambar menjadi lebih terang. Oleh itu, kita boleh menggunakan fungsi kompensasi pencahayaan.

Nilai kompensasi tergantung pada pandangan kita iaitu jenis pengukur cahaya /metering yang aktif dan jenis kamera.Bagi pendapat aku,kita cuba saja sampai menemukan pencahayaan yang optimal.

Dalam foto ini, kompensasi pencahayaan diperlukan karena sebagian besar area di dalam foto berwarna gelap. Bila tidak, wajah akan terlalu terang dan jubah akan berwarna abu-abu. Data Teknis: Av mode, 200mm, f/4, 1/320 detik, ISO 200, EC -1

Dalam gambar ini, kompensasi pencahayaan diperlukan kerana sebagian besar area di dalam gambar berwarna gelap. Kalau tidak, wajah akan kelihatan terang dan jubah akan berwarna abu-abu. Data Teknik: Av mode, f/4, 1/320 detik, ISO 200, EC -1

MENCEGAH gambar KABUR / GOYANG

Dua faktor gambar kabur atau goyang kerana salah fokus atau shutter speed kurang tinggi. Untuk masalah auto fokus, jangan merendahkan setting automatic focus, tapi pilihlah titik fokus tertentu. Bila subjek bergerak, maka gunakanlah continuous AF sehingga auto focus boleh mengikuti subjek.

Untuk memastikan fokusnya benar-benar telah terkunci, kita akan terdengar bunyi “beep” atau lihat konfirmasi AF yang biasanya berbentuk bulatan atau kotak hijau di dalam jendela bidik / viewfinder.

Berkenaan dengan masalah shutter speed, untuk gambar subjek yang bergerak,kita perlu shutter speed yang cukup tinggi. Contoh: minimal 1/125 untuk gambar orang berjalan. Kalau lebih rendah, gambar akan kelihatan kabur.


Foto #2

Gambar #2

Keterangan gambar #2: Untuk membekukan gambar si penari, aku menggunakan setting AF-C (Nikon) / Ai Servo (Canon) supaya auto fokusnya tetap terkunci pada si penari tersebut walaupun si penari itu bergerak dengan cepat. Lalu aku juga menggunakan shutter speed yang cukup tinggi. Aku juga menggunakan komposisi ekposur untuk mengkomponsasikan latar belakang yang hitam pekat. Data Teknik: Aperture priority (Av) mode f/4, 1/200 detik, EC -1 1/3, AF-C, ISO 1250, 70mm.

DEPTH OF FIELD / KEDALAMAN FOKUS

Kedalaman fokus yang tipis membuat subjek lebih menonjol dan latar belakang menjadi blur sehingga berkesan artistik.

Di foto ini, saya mengunakan bukaan sangat besar, yaitu f/1.4 sehingga depth of field sangat tipis, latar belakang menjadi sangat mulus, bahkan sebagian besar rambut juga udah kabur. Selain itu, lensa yang saya pakai juga cukup tele. Data Teknis: f/1.4,  85mm, 1/1600 detik ISO 200

Di gambar ini, aku menggunakan bukaan sangat besar, yaitu f/1.4 sehingga depth of field sangat tipis, latar belakang menjadi sangat halus, bahkan sebahagian besar rambut juga menjadi kabur. Selain itu, lensa yang aku pakai juga cukup tajam atau halus. Data Teknik: f/1.4, 85mm, 1/1600 detik ISO 200

WHITE BALANCE

wb-white-balance

Contoh beberapa preset White Balance

Tips terakhir untuk artikel ini adalah menentukan setting WB / White balance yang tepat dengan keadaan atau hasil yang ingin dicapai. Memang bagi setiap kamera biasanya telah ada AWB atau Auto White Balance, tapi sekali lagi, AWB sering kali tidak menerjemahkan keadaan dengan baik atau tidak memahami keinginan kita.

Misalnya bila keadaan cahaya di lapangan mendung, maka pilihlah WB cloudy (yang bergambar seperti awan). Kalau di bawah bayangan, pilih Shade dan seterusnya. Kalau di dalam ruangan yang lampunya kuning, maka pakailah WB tungsten (yang gambarnya seperti bola lampu).

Bila ingin gambar kelihatan lebih hangat (kekuningan/jingga), maka set WB ke cloudy atau shade. Bila ingin gambar kelihatan lebih dingin / kebiruan, maka pilihlah WB tungsten.


Semoga hempa semua dapat ikuti tip-tip yang aku berikan,sekiranya ada yang terkurang,aku ingin minta maaf,aku budak baru belajar.


Bag Untuk kamera DSLR


Hempa mesti bosankan,aku keja post tentang DSLR ja..kali ni,aku nak post tentang bag DSLR pula.

Membeli bag kamera untuk DSLR pun boleh memeningkan kepala kita.Sekarang ni,macam-macam

Bag DSLR yang terdapat di dalam pasaran kita,mau & xmau beli ja..hahaha..

Tak mau cakap banyak dah,meh aku terangkan jenis-jenis bag DSLR untuk memudahkan anda mencari yang sesuai dengan anda...

1. Messenger bag
Bag jenis selempang ini bagus bila hempa memiliki kamera DSLR kecil dengan satu ekstra tambahan. Bila hempa memiliki DSLR yang besar dan lensa panjang yang berat, maka hempa akan merasa tidak selesa untuk dipakai dalam jangka waktu lama. Kelebihan utama bag jenis ini adalah kerana ia kecil dan senang dibawa ke mana-mana pun. Hempa dapat mengambil kamera/lensa dalam bag dengan cepat daripada bag jenis lain.

2. Backpack / Ransel
Bag jenis ini sangat selesa digunakan untuk perjalanan jarak jauh dan bila hempa membawa peralatan dalam jumlah yang banyak. Kekurangannya iaitu tidak boleh mengambil peralatan hempa dengan cepat dan pantas seperti bag selempang.

3. Bag pinggang / Waist Bag
Bag jenis ini berukuran kecil dan tidakboleh memuat peralatan berat, tapi bila hempa memiliki kamera DSLR yang kecil dengan lensa pendek, maka bag ini cukup sesuai kerana hempa boleh mengambil peralatan hempa dengan cepat.

4. Koper
Bag jenis ini biasanya untuk photographer yang memiliki peralatan dengan jumlah banyak dan berat seperti kamera, lensa, speedlight, laptop dan sebagainya.


5. Modular Belt Sistem
Modular belt sistem adalah bag-bag pinggang yang moden ertinya boleh ditambah maupun dikurangkan meningkut kemahuan kita. Sistem ini sangat terkeanal dikalangan wartawan kerana mudah mengambil peralatan mereka dan juga mereka akan merasa lebih ringan.

Harga bag DSLR sangat mahal tapi dibandingkan dengan harga peralatan kamera, harga bag kamera sebenarnya jauh lebih murah. Memilih bag kamera sebaiknya mempertimbangkan gaya photographer hempa, misalnya berapa banyak peralatan yang hempa harus bawa dan berapa kerap hempa mengeluarkan peralatan hempa dari bag.

Aku ni keja bagi tip kat hempa ja,tapi aku haram tak dapat hendak beli backpack idaman aku..

Hahahaha...teruknya aku,asal nak beli ja,mesti da halangan,halangan-halangannya seperti

Stock habis la..kedai tutup la & macam-macam lagi...hahahaha

Tuesday, April 5, 2011

Bagaimana Memaksimumkan Peranan Jurugambar Anda


Sudah menjadi kemestian ketika ini, setiap majlis perkahwinan pasti memerlukan perkhidmatan jurugambar untuk merakam detik-detik manis hari bahagia pasangan mempelai. Biasanya, jurugambar profesional akan diupah bagi melaksanakan tugas penting ini. Harganya boleh mencecah ribuan ringgit. Persoalannya, apakah yang anda perlu lakukan untuk mendapat hasil yang setimpal dengan wang yang telah anda belanjakan?

Pertama sekali, anda perlu memilih jurugambar yang terbaik berdasarkan bajet dan citarasa anda. Dapatkan seberapa banyak maklumat yang boleh supaya anda benar-benar faham tentang apa yang bakal anda perolehi. Nyatakan kehendak anda kepada jurugambar dan pastikan beliau menulis apa yang telah dipersetujui bersama. Perbincangan awal ini amat penting kerana ianya akan memberi kesan kepada seluruh proses selepas ini.

Baiklah, sekarang anda telah mendapatkan jurugambar yang terbaik pilihan anda. Beliau semestinya seorang yang profesional dan anda yakin akan kebolehannya. Jurugambar anda sepatutnya tahu apakah tugas-tugas beliau. Tetapi, dengan sedikit peranan dari pihak anda sendiri, anda boleh memaksimumkan peranan jurugambar anda.

Klik sini untuk maklumat lanjut


Tip ambil gambar wedding


Ada seorang hamba Allah itu tanya aku tentang tips untuk mengambil gambar wedding.Sebenarnya,aku pun tak berapa pandai sangat pun,tapi aku try bagi tips yang aku tahu berdasarkan pemerhatian dan pertanyaan aku terhadap photographer pro yang lebih mengetahui tentang semua ini.

Jadi aku rasa bagi tak menghampakan orang tu aku akan share tips yang berguna.

Berikut adalah tips untuk newbie :

  1. Pengantin berisi – Sila ambil lebih banyak gambar sisi dari gambar depan-depan yang secara terang-terangan menunjukkan tahap kelebaran pengantin tersebut. Jaga-jaga bahagian peha, lengan, double chin (jangan suruh dia tunduk sangat) atau boleh juga ambil dari sudut sukar, contohnya dari atas.
  2. Pengantin tinggi melangit – Jangan ambil banyak low angle nanti pengantin nampak macam tiang TNB (dulu LLN)
  3. Pengantin rendah – Elak ambil gambar pengantin bersama orang lain. Lebih sesuai jika beliau hanya berlatar belakang pokok kedondong yang sudah kene tut. Baru nampak tinggi.
  4. Pengantin gigi berterabur tapi suka sangat senyum – Hempa suruh la dia buat gelak comel sambil tangan tutup mulut ka, buat muka tahan kentut ka. Takda la sentiasa sengih nampak gigi.
  5. Pengantin mulut busuk – sapa soh kau hidu. Keja hempa amik gambar ja. Tak malu.
  6. Pengantin muka yang garang – Yang ni hempa kena belajar banyak buat lawak dan hempa jangan pulak buat muka tensen. Tahu la penat, cuba buat-buat muka comel mcm beruk mat yeh supaya pengantin leh gelak. Gangster pon ade sense of humordowh. Paling susah hempa geletek saja. Lepas tu kena tetak dengan pisau kek. Haha.
  7. Jerawat pengantin takleh blah – Takda masalah. Belaja photoshop.
  8. Pengantin tak nak senyum (Gelak pon still tak senyum) – Ini bukan manusia. Alien ni.
  9. Pengantin lelaki marahhempa sebab usha bini baru dia – Sapa suruh kau usha. Jangan la usha, . Haha.
  10. Kesimpulannya, kerja ambil gambar ni bukan kerja mudah, tanggungjawab besar. Moment yang terlepas takkan dapat diulang lagi. Kemahiran mengendalikan kamera juga sangat penting. Kamera mahal belum tentu dapat capture moment yang best.
Sayangi DSLR hempa,DSLRku syurgaKu,Isteriku..

Monday, April 4, 2011

Kebaikan fotograpi terhadap diri aku



Dalam membicarakan mengenai lagha fotografi kepada ramai orang, saya masih mengganggap bahawa bidang fotografi boleh membawa makna yang besar kepada seluruh kehidupan setiap manusia, jika fotografi itu digunakan dengan sebaik mungkin. Jika kita ingin membicarakan mengenai kebaikan fotografi, tentunya ia mengambil masa yang agak lama. Saya memikirkan mengenai kebaikan fotografi kepada diri saya, sebagai satu entiti mikro yang turut sama terlibat dalam bidang fotografi sedikit masa dahulu.

Fotografi bagi saya ialah:

  • Untuk merakamkan foto keluarga.

Bagi aku, Itu lebih besar daripada aku pergi outing dan terlibat dalam merakamkan foto wanita yang aku tidak kenali, yang dibawa oleh penganjur sebagai talent pada hari outingtersebut. Ini kerana, sekiranya aku memiliki kamera yang terbaik .Oleh kerana kamera kompak juga boleh merakamkan foto mereka (kerana tidak memerlukan shutter yang laju), aku hanya membawa kamera kompak Canon IXUS aku sahaja kemana- mana aku keluar bersama mereka.Itu dululah,sekarang ini,aku sudah mempunyai DSLR,sekarang ini,DSLR lah yang aku bawa kalau aku gatai tangan hendak shoot.


  • Gambar bangunan dan jalan raya

    Rakaman foto suasana di jalanraya dan bangunan adalah perlu kerana perubahan berlaku setiap hari di jalanan dan jika kita tidak merakamkannya, maka kita tidak akan tahu bagaimana sesuatu jalan atau bangunan itu bermula. Ia dikenali sebagai before and after atau dalam Bahasa Melayu iaitu Sebelum dan Selepas. Contog,Katakan pada hari ini kita merakamkan foto-foto di Jalan Tuanku Abdul Rahman, Kuala Lumpur. Dan kita rakamkannya sebulan kemudian, pasti kita akan lihat beberapa perubahan berlaku di dalam kedua-dua foto yang kita rakamkan. Foto-foto kita itu pula boleh kita jadikan foto sejarah, iaitu jika foto 10 tahun lalu yang pasti menampakkan terlalu banyak perubahan.

  • Untuk merakamkan aksi/fotojurnalis.

    Pendapat aku mengenai fotojurnalis ialah bukanlah merakamkan foto curi, tetapi merakamkan suasana. Foto jenis ini aku rakamkan hanya dengan menggunakan kamera kompak atau kamera telefon bimbit aku. Dan tentunya, aku tidak akan membawa lensa 70-200 f2.8 untuk merakamkan foto-foto bentuk fotojurnalis di jalanan atas faktor keselamatan. Walaupun lensa itu boleh digunakan sebagai alat untuk mempertahankan diri sekiranya terdesak, tetapi aku tidak akan membawanya keluar dan hanya membiarkan di dalam drybox sahaja. Ia digunakan untuk tugasan rasmi di pejabat :(.. Foto-foto di dalam segmen ini biasanya untuk tujuan mendidik dan bukanlah untuk mencuri hak privacy orang lain di jalanan.

Apa pula kebaikan yang anda boleh dapat daripada fotografi? Mari bincangkan di sini sekiranya hempa sudi..


Sayangi DSLR hempa,DSLRku syurgaKu,Isteriku..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...